Bhakti TNI KB KES Terpadu Di Wilayah Kecamatan Jatigede

Sumedang, Senin 6 Agustus 2018-
Sampai dengan saat ini laju pertumbuhan penduduk semakin pesat, sehingga makanan atau sumber – sumber kebutuhan pokok yang ada tidak bisa mengimbangi, yang berakibat dengan pesatnya pertumbuhan penduduk bahan kebutuhan manusia semakin berkurang dan bertambah mahal “.
Demikian dikatakan Dandim 0610/Sumedang Letkol Arm I Made Mertha Yasa pada saat melaksanakan monitoring Bhakti TNI Kes Terpadu di wilayah Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang, Senin (6/8).
Ditambahkannya , ” Sesuai UU no. 34 tahun 2004 tentang TNI disebutkan bahwa salah satu tugas TNI itu adalah Tugas Operasi Militer Perang (OMP) dan Tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) “.
” Salah satu tugas Operasi Militer Selain Perang diantaranya mengatasi kesulitan masyarakat, maka disitulah ada kegiatan atau program Bhakti TNI, mengingat pertambahan penduduk semakin pesat sehingga dilibatkan TNI untuk membantu dalam mensyukseskan kegiatan KB Kesehatan “, Ucapnya.
” Kemudian untuk pencanangan KB Kes tingkat Jawa Barat dan Banten sudah dilaksanakan di Provinsi Banten beberapa waktu yang lalu tepatnya di daerah Kragilan Kabupaten Serang “, jelas Made.
” Yang selanjutnya akan dilakukan juga pencanangan di tingkat Kabupaten, termasuk di Kabupten Sumedang sendiri telah dilaksanakan di Desa Tanjung Mekar Kecamatan Tanjung Kerta “, tuturnya.

Kepala Dinas DPPKB Kab. Sumedang H. Nasam mengucapkan, ” terimakasih kepada TNI atas perannya terkait kegiatan Bhakti TNI KB Kes yang terus melaksanakan sosialisasi dan mendampingi petugas BKKBN secara terus menerus secara tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang untuk menarik simpatik masyarakat dan untuk ikut program KB sehingga pada saat ini Kabupaten Sumedang menyandang peringkat kedua terbaik se Jawa Barat dalam menekan laju pertumbuhan penduduk “.
Nasam berharap, ” kedepan prestasi ini dapat lebih ditingkatkan sehingga laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan dengan melalui program KB Kesehatan yang pada intinya tiap keluarga di seluruh Kabupaten Sedang mengikuti anjuran cukup dua anak saja “, tuturnya.(Pendam III/Siliwangi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *