81 MAHASISWA UNHAN KKDN DI KODAM II/SWJ

Palembang, Senin 26 Februari 2018-
Sebanyak 81 Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Program Studi Bencana dan Program Studi Keamanan Maritim Universitas Pertahanan (Unhan) Jakarta, melaksanakan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Kodam II/Swj.
Kehadiran 81 Mahasiswa Unhan yang di pimpin oleh Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan, Laksamana Muda TNI Dr. Siswo Hadi Sumantri, S.T, M.MT, beserta Staf dan para Dosen ini disambut langsung Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S. Sos., beserta Kasdam II/Swj Brigjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., dan para pejabat teras Kodam II/Swj, Senin (26/2) bertempat di Aula Gedung AH. Nasution Makodam II/Swj, Palembang.


Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos., dalam sambutannya menjelaskan bahwa, selain mengacu pada tugas pokok dan tugas-tugas lainnya, Kodam II/Swj mempunyai tanggung jawab mencakup wilayah Sumbagsel, yang meliputi 5 Provinsi dengan 5 Korem, terdiri dari, Korem 041/Gamas meliputi wilayah Provinsi Bengkulu, Korem 042/Gapu meliputi wilayah Provinsi Jambi, Korem 043/Gatam meliputi wilayah Provinsi Lampung, Korem 044/Gapo meliputi wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan Korem 045/Gaya meliputi wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, sambung Pangdam, Kodam II/Swj juga membawahi 14 Satuan Badan Pelaksana (Balak), 5 Batalyon Satuan Tempur (Satpur) Infanteri yang dua diantaranya merupakan Batalyon Raider dan 4 Batalyon Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur), meliputi Yonzipur, Yonkav, Yonarmed, Yonarhanud dan Satu Kompi Kavaleri BS dengan dislokasi, tersebar di wilayah Sumbagsel.


Pangdam II/Swj juga menyampaikan, secara umum kondisi wilayah Sumbagsel hingga saat ini yang relatif aman dan kondusif. Namun pada beberapa wilayah cukup rawan terhadap terjadinya bencana alam antara lain, gempa bumi, banjir, kebakaran lahan, tanah longsor dan kekeringan. Sedangkan kerusuhan sosial yang timbul sebagian besar dipicu oleh adanya sengketa lahan, antara pengusaha dan petani atau sengketa perbatasan antara dua daerah yang berbatasan.
Dalam rangka mengantisipasi/menanggulangi bencana alam, pengungsian dan kerusuhan sosial yang mungkin terjadi di wilayah Sumbagsel, Kodam II/Swj telah melakukan langkah-langkah konkrit, diantaranya menyusun rencana kontinjensi dan memberlakukan serta mensosialisasikan Protap-Protap penanggulangan bencana alam dan pengungsian, baik kepada satuan jajaran TNI maupun kepada Pemerintah Daerah se-Sumbagsel, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan.


“Selain itu, wilayah Sumbagsel juga memiliki kerawanan terhadap kegiatan illegal, seperti illegal logging, illegal tapping, peredaran Narkoba dan tindakan kriminal lainnya”, terangnya.
Selain menerima kuliah umum yang mengangkat tema “Lingkungan Keamanan Strategis Sumsel (Kondisi Keamanan Global, Regional dan Dalam Negeri)”, para Mahasiswa Unhan juga mendapat paparan yang disampaikan oleh Kasdam II/Swj, Asops, Asintel dan Aster Kasdam II/Swj tentang kegiatan Kodam II/Swj dalam melaksanakan tugas pokoknya  di wilayah Sumbagsel.(Pendam II/Swj- red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *